Linguafranca28’s Blog

BLOG PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Kupu-Kupu & Embun February 13, 2010

Filed under: Catatan Kecil — linguafranca28 @ 11:45 am

Pagi begitu dingin, matahari bersinar keemasan mengintip di sela-sela daun akasia, lalu menyelinap masuk menembus jendela kamarku…, aakh rupanya matahari sudah bangun dari lelap tidurnya menggantikan purnama yang lelah menemani malam.  Kusibakkan jendela kamarku, berharap matahari masuk tanpa malu-malu. Kulemparkan pandang ke luar…berharap menemukan bayangmu atau sekedar bayangan punggungmu yang perlahan menjauh. Aaaaakh …. aku tak menemukan apa pun selain jalan setapak yang semakin lengang.

Lalu  sepasang kupu-kupu terbang, bercengkerama kemudian hinggap di kelopak bunga yang masih berembun. Dan ingatanku padamu merajai hati dan pikiranku, kupu-kupu dan embun itu mengingatkanku padamu. Ketika suatu pagi kita berjalan menyusuri jalan setapak, mengejar kupu-kupu yang memamerkan keindahannya, seolah berkata “lihatlah aku, pesona warna membalut seluruh tubuhku.”

Saat itu kukatakan padamu, betapa aku menyukai kupu-kupu. Kau memandangku tajam, lalu sebuah pertanyaan kau lontarkan, “ apa yang kau sukai dari sepasang kupu-kupu itu ?”

“Aku menyukai warnanya, aku menyukai keceriaan yang dimiliki kupu-kupu,” ujarku sambil memandang kupu-kupu itu.

“Dan aku pun suka embun yang memantulkan sinar mentari,lihatlah betapa indahnya,” ujarku lagi sambil menyentuh embun yang menempel di daun.

“Aku tidak menyukai kupu-kupu atau pun embun,” ujarmu datar sambil membuang pandang.

“Kenapa…??” tanyaku singkat.

“Kupu-kupu begitu rapuh, lemah dan kau tahu…???” tanyamu tajam. Sebuah pertanyaan yang sepertinya tak perlu kujawab. Karena aku tahu pertanyaan yang kau lontarkan bukan untukku,lebih tepatnya pertanyaan itu untukmu sendiri.

“Usia mereka begitu singkat, berapa lama kupu-kupu bertahan hidup atau berapa jam embun pagi mempertahankan kilaunya. Aku benci semua keindahan yang singkat. Aku ingin menikmati semua keindahan dalam waktu yang lama. Aku tidak ingin hanya memandang, aku ingin tidak sekedar mengerti atau menikmati keindahan tapi aku ingin memahami  semua keindahan itu. Jika kau gambarkan kita sepasang kupu-kupu, mampukah kita menyeberangi lautan atau sekedar menerjang hujan.”

Aku terdiam, tak tahu apa yang harus kukatakan.

Kupu-kupu itu, bukanlah kupu-kupu yang kutemui dulu, dan embun itu bukan embun yang dulu, walau kilaunya tetap sama.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s