Linguafranca28’s Blog

BLOG PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Secangkir Kopi February 8, 2010

Filed under: Catatan Kecil — linguafranca28 @ 1:20 pm

Tiba-tiba aku ingin menulis, tentang rumah mungil di tepi sungai pinggir hutan pinus. Rumah yang dibangun dengan segenap cinta, keyakinan dan ketulusan. Rumah yang telah lama kutinggalkan tanpa sengaja dan bukan karena keinginanku. Waktu itu, tiba-tiba saja aku berjalan meninggalkan rumah yang telah memberikan berjuta kedamaian , keindahan dan impian.

Kembali kususuri jalan setapak ini jalan, satu-satunya jalan yang biasa kita lewati. …..Aaakh, ternyata ilalang telah menguasai jalan setapak ini, pertanda tak ada orang lagi yang melewati jalan ini. Kulangkahkan kaki menyeruak ilalang,kusebrangi sungai kecil yang dipenuhi batu-batu yang telah dipenuhi lumut. Batu tempat kita bermain-main dulu…., berapa purnama kita tak jejakkan kaki di batu ini, berapa lama kita tak bermain di sungai jernih ini, berapa lama kita kehilangan canda dan tawa. Kutinggalkan batu yang penuh lumut yang di bawahnya mengalir air yang sangat jernih. Aaaakh…., rumah kecilku, tampaklah jendela kecil tempatku melemparkan pandang ke jalan setapak.

Tiba-tiba kesunyian menyergapku. Tumbuhan yang memagari halaman seolah berlomba untuk mencapai awan, walau sebenarnya tak mungkin sampai ke awan. Aku perlu menaikkan tumitku untuk sekedar melongok kedalam.Perlahan kubuka pintu pagar kayu yang telah rapuh di makan usia. Rasanya baru kemarin aku menyapu, membuang daun-daun kering di halaman ini. Betapa sulitnya aku menjejakkan langkah agar tak menginjak daun kering dihalaman, daun kering, rumput liar menjadi penutup tanah seluruh halaman. Kaca jendela yang semakin buram dan tampaklah sisa-sisa air hujan yang menerpa jendela. Kuhampiri pintu yang tak memiliki warna lagi, begitu kusam begitu muram.

Dan mawar itu masih di tempat yang sama dan dalam pot yang sama, hanya durinya yang kian tumbuh subur daunnya yang meranggas seolah berkata “umurku tak lama lagi”. Ku hampiri pohon mawar itu aku menundukkan tubuhku mencari sesuatu, sebuah kunci yang menjadi kesepakatan kita sebelum kita putuskan pergi. Menyimpan kunci di bawah pot bunga mawar, karena kita hanya memiliki sebuah kunci untuk memasuki rumah kita.

Kuputar daun pintu, aku meringis mendengar jeritan pintu yang seakan tak lagi ramah ditelingaku. Pengap itu yang pertama kali ku rasa. Ku biarkan pintu terbuka, kuedarkan pandang ke sekeliling kursi yang telah dihinggapi debu, laba-laba yang begitu bebasnya membangun jaring-jaring rumahnya.

Kuhampiri perapian yang tak lagi memberikan kehangatan, hanya kayu yang semakin lembab. Kutatap i gelas kopi di meja, kuhampiri dengan harapku, semoga itu kopi bekas kau minum semalam.Tiba-tiba harapan yang kubawa dari perjalananku seolah pupus sudah, kopi di gelas itu mengering bahkan telah menyatu dengan gelas. Aku ingat….ini kopi terakhir yang ku minum di rumah ini. Dan aku tahu kau tidak pernah datang ke sini untuk sekedar mampir. Kau pergi membawa semua kenangan yang kita miliki.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s