Linguafranca28′s Blog

BLOG PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Senja January 17, 2010

Filed under: Coretan.... — linguafranca28 @ 8:03 am

Suatu senja….ketika rinai hujan bernyanyi di halaman dan titik-titik hujan berkilauan dikaca jendela.

Lalu…..

Senja mengatur tubuh kita untuk berhadapan, menyentuh pembatas buku untuk mengingat sampai halaman berapa kau dan aku saling baca,……..

Aaah,………Aku hanya meminta kesempatan untuk memandangmu, menarik napas sekali saja, mengajakmu berjalan melihat kupu-kupu, melaksanakan warna bunga-bunga, kemudian mengencangkan siasat untuk menghabisi malam yang pekatnya kita reguk bersama…

Sebenarnya,…

Kau tak hanya memandang tapi menatap ke dalam, bukan hanya bola mata tapi mata hati. Jika kau tanya sampai halaman berapa kita membaca….???

Halaman yang kita lalui sudah tak terhitung….

Terlalu sering kau mengajakku berjalan-jalan, bukan hanya kupu-kupu yang kita lihat….terlalu banyak yang kulihat…

Aaaaah, …malam pekat ….bersamamu tak kurasakan pekat.

‘Suatu senja, dalam kecamuk Aqal dan Rasa…’

 

“Apa Yang Anda Lakukan Jika Lupa” August 7, 2009

Filed under: Coretan.... — linguafranca28 @ 6:35 am

lupa2Selasa, 4 Agustus 2009

Hari selasa adalah hari liburku masuk kelas, biasanya kalau tidak ada kegiatan kuhabiskan waktu di rumah. Tapi selasa kali ini aku harus ke sekolah, ada beberapa tugas yang harus kuselesaikan untuk persiapan akreditasi. Hari ini aku berjanji dengan bu Reni.

Sayang sekali, orang yang aku tunggu tak kunjung datang. Tadinya kuputuskan untuk pulang saja, tapi niatku untuk pulang urung. Bapak Kepala Sekolah datang dan ada beberapa berkas yang harus ditanda tangan beliau.

Akhirnya, kukerjakan tugas dengan bantuan seorang tenaga Tata Usaha. Saat itu di ruangan TU hanya ada beberapa orang, seorang Bendahara, Kepala Urusan TU, Kepala Sekolah, aku dan seorang staf TU yang membantu pekerjaanku. Ketika kami sedang asyik bekerja, tiba-tiba Bapak Kepala Sekolah menghampiri kami sambil bertanya, “lihat amplop nggak?”

“Amplop,” jawab kami hampir bersamaan. Kontan pekerjaan kami hentikan sejenak. Amplop yang baru saja Bapak Kepala sekolah terima dari Bendahara, isinya uang entah berapa. Kalau dilihat dari kepanikan Bapak Kepala Sekolah, pastilah uangnya tidak sedikit. Semua ikut membantu mencari tapi tak kunjung ketemu. Aku pun tak enak hati, akhirnya ikut membantu mencari amplop tersebut. Tapi tak kunjung ketemu. Padahal amplop yang diterima Bapak Kepala Sekolah baru diterima beberapa menit yang lalu. Rupanya beliau lupa menyimpan amplop tersebut.

“Pak , kayaknya harus sholat dulu, karena kalau kita lupa , ketika sholat langsung ingat, ” Ujarku.

Beliau tersenyum memandangku, dan terus mencari. Kami yang mau melanjutkan pekerjaan jadi terhenti ikut membantu. Mulai mencari, dibawah meja bahkan tempat sampah pun di bongkar kalau-kalau terbuang ke tempat sampah. Tapi pencarian kami sia-sia saja, tak kami temukan amplop yang dicari.

Waktu merambat terus, tak terasa hampir jam empat lebih. Ku lihat Bapak Kepala Sekolah terduduk tak jauh dari mejaku. Sepertinya Beliau pasrah sambil membuka sepatu hendak sholat. Tiba-tiba dia tertawa terpingkal-pingkal sambil memukul meja. Ternyata amplop yang dari tadi dia cari, dia selipkan ke dalam kaos kakinya. Jadi ketahuan ketika dia mau membuka sepatu untuk berwudhu. Kami semua tertawa.

“Coba kalau sholatnya dari tadi, kita nggak repot nyari-nyari.” Ujarku sambil tertawa.

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.