Linguafranca28′s Blog

BLOG PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Sebuah Perjalanan February 23, 2010

Filed under: Catatan Kecil — linguafranca28 @ 3:54 am

Ketika aku tak mampu menafsir tanda-tanda yang menghampiriku, sebenarnya bukan aku tak mampu. Tapi, aku  menutup mata dan telingaku untuk sekadar membaca setiap tanda yang menghampiriku. Aku enggan memahami, aku enggan membuka mata  barang sejenak untuk melepas semua mimpi-mimpi yang menghampiriku.

Alasannya sederhana, bahkan sangat sederhana. Aku menikmati semua mimpi itu, dan setiap detik aku membangun mimpi-mimpi itu. Akhirnya mimpi itu mencengkeramku, membelitku, membelenggu bahkan mengalir dalam tiap aliran darahku. Terlalu lama aku bermimpi, waktuku tak berbilang lagi  dan sepertinya harus ku akhiri semua mimpi ini.

Lalu,…..Ketemukan kertas buram yang kumal dan kusam…….memuat penggalan kisah…

Untuk sahabatku…. (more…)

 

Kupu-Kupu & Embun February 13, 2010

Filed under: Catatan Kecil — linguafranca28 @ 11:45 am

Pagi begitu dingin, matahari bersinar keemasan mengintip di sela-sela daun akasia, lalu menyelinap masuk menembus jendela kamarku…, aakh rupanya matahari sudah bangun dari lelap tidurnya menggantikan purnama yang lelah menemani malam.  Kusibakkan jendela kamarku, berharap matahari masuk tanpa malu-malu. Kulemparkan pandang ke luar…berharap menemukan bayangmu atau sekedar bayangan punggungmu yang perlahan menjauh. Aaaaakh …. aku tak menemukan apa pun selain jalan setapak yang semakin lengang. (more…)

 

Secangkir Kopi February 8, 2010

Filed under: Catatan Kecil — linguafranca28 @ 1:20 pm

Tiba-tiba aku ingin menulis, tentang rumah mungil di tepi sungai pinggir hutan pinus. Rumah yang dibangun dengan segenap cinta, keyakinan dan ketulusan. Rumah yang telah lama kutinggalkan tanpa sengaja dan bukan karena keinginanku. Waktu itu, tiba-tiba saja aku berjalan meninggalkan rumah yang telah memberikan berjuta kedamaian , keindahan dan impian.

Kembali kususuri jalan setapak ini jalan, satu-satunya jalan yang biasa kita lewati. …..Aaakh, ternyata ilalang telah menguasai jalan setapak ini, pertanda tak ada orang lagi yang melewati jalan ini. Kulangkahkan kaki menyeruak ilalang,kusebrangi sungai kecil yang dipenuhi batu-batu yang telah dipenuhi lumut. Batu tempat kita bermain-main dulu…., berapa purnama kita tak jejakkan kaki di batu ini, berapa lama kita tak bermain di sungai jernih ini, berapa lama kita kehilangan canda dan tawa. Kutinggalkan batu yang penuh lumut yang di bawahnya mengalir air yang sangat jernih. Aaaakh…., rumah kecilku, tampaklah jendela kecil tempatku melemparkan pandang ke jalan setapak. (more…)

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.