Linguafranca28′s Blog

BLOG PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Puisi Baru January 21, 2009

Filed under: Uncategorized — linguafranca28 @ 5:44 am

galeri-puisi

Sekilas Puisi Baru

Puisi baru tidak sama dengan puisi lama. Isi, bentuk, irama, dan bentuk persajakan dalam puisi lama sudah berubah dalam puisi baru.

Berdasarkan jumlah baris dalam kalimat pada setiap baitnya, puisi baru dibagi dalam beberapa bentuk puisi, yaitu:

1. Distikon

Sajak yang berisi dua baris kalimat dalam setiap baitnya, bersajak a-a.

Contoh:

Baju berpuput alun digulung

Banyu direbus buih di bubung

Selat Malaka ombaknya memecah

Pukul memukul belah-membelah

Bahtera ditepuk buritan dilanda

Penjajah diantuk haluan diunda

Camar terbang riuh suara

Alkamar hilang menyelam segara

Armada peringgi lari bersusun

Malaka negeri hendak diruntun

Galyas dan pusta tinggi dan kukuh

Pantas dan angkara ranggi dan angkuh

( Amir Hamzah )

2. Tarzina

Sajak tiga seuntai, artinya setiap baitnya terdiri atas tiga buah kalimat. Tarzina bersajak a-a-a; a-b-c; a-b-b;

Contoh:

BAGAIMANA

Kadang-kadang aku benci

Bahkan sampai aku maki

……………… diriku sendiri

Seperti aku

Menjadi seteru

……………….diriku sendiri

Waktu itu (more…)

 

Gaya Bahasa January 21, 2009

Filed under: Uncategorized — linguafranca28 @ 2:36 am

gaya-bahasaGAYA BAHASA

Gaya Bahasa adalah : Pemakaian kata – kata kiasan dan perbandingan yang tepat untuk melukiskan sesuatu maksud tanpa untuk membentuk plastik bahasa. Yang dimaksud plastic bahasa adalah : Daya cipta pengarang dalam membuat cipta sastra dengan mengemukakan pemilihan kata yang tepat .

Gaya bahasa terbagi atas :

1. Gaya bahasa perbandingan

2. Gaya bahasa pertentangan

3. Gaya penegasan / pertautan

4. Gaya bahasa sindiran

I. GAYA BAHASA PERBANDINGAN

1. Metafora

Gaya bahasa perbandingan dengan membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama.

Misalnya : Raja siang telah pergi keperaduannya ( Matahari )

Dewi malam telah keluar dari balik awan ( Bulan )

Kupu – kupu malam ( pelacur )

2. Personifikasi

Membandingkan benda mati atau tidak dapat bergerak seolah – olah bernyawa dan dapat berperilaku seperti manusia.

Misalnya : Angin berbisik membelai gadis itu.

3. Asosiasi / simile

Gaya bahasa perbandingan dengan memperbandingan sesuatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan gambaran / keadaaan dan sifatnya.

Misal : Wajahnya muram bagaikan bulan kesiangan.

Semangatnya keras bagai baja.

4. Alegori

Gaya bahasa yang memperlihatkan perbandingan utuh, perbandingan itu membentuk kesatuan menyeluruh.

Misal : Mendayung bahtera hidup ( merupakan perbandingan yang utuh dan menyeluruh bagi seseorang dalam rumah tangga, bahtera merupakan perbandingan dari rumah tangga, sedang pengemudi dan awaknya merupakan perbandingan dari suami istri ).

5. Parabel (more…)

 

Puisi lama January 21, 2009

Filed under: Puisi — linguafranca28 @ 2:22 am

puisi-puisi-puisi1

Sekilas Puisi Lama

Puisi lama mempunyai beberapa kaidah mutlak yang harus diikuti,yaitu:

1. Jumlah baris atau jumlah kalimat dalam setiap baitnya.

2. Jumlah suku kata dalam setiap kalimat.

3. Rima atau persamaan bunyi.

4. Irama.

Puisi lama terdiri dari beberapa bentuk yaitu:

1. Pantun

Pantun adalah puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam setiap baitnya. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat isi.Bunyi huruf terakhir pada kalimat pertama dan ketiga kata terakhir di sebut sajak a. Bunyi huruf terakhir pada kalimat kedua dan kalimat keempat disebut sajak b. Jadi pantun bersajak ab-ab.

Contoh:

Sungguh elok asam belimbing ( g: sajak a)

Tumbuh dekat limau lungga ( a: sajak b)

Sungguh elok berbibir sumbing (g: sajak a)

Walau marah tertawa juga (a: sajak b)

Berdasarkan isinya pantun dibedakan menjadi:

a. Pantun Anak

Pantun anak terbagi menjadi:

· Pantun Jenaka

· Pantun Kedukaan

· Pantun Teka-teki

Contoh:

Taruhlah puan di atas pati

Benang sutra dilipat jangan

Kalau tuan bijak bestari

Binatang apa susu delapan (more…)

 

Sastra Indonesia January 21, 2009

Filed under: Seputar Sastra — linguafranca28 @ 2:18 am

writer

Sastra Indonesia

Secara metode penyampaian sastra Indonesia terbagi atas 2 bagian besar, yaitu:
• lisan
• tulisan
Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan:
• Pujangga Lama
• Sastra “Melayu Lama”
• Angkatan Balai Pustaka
• Pujangga Baru
• Angkatan ’45
• Angkatan 50-an
• Angkatan 66-70-an
• Dasawarsa 80-an
• Angkatan Reformasi
Pujangga Lama
Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada masa ini karya satra di Indonesia di dominasi oleh syair, pantun, gurindam dan hikayat.
Karya Sastra Pujangga Lama
• Sejarah Melayu
• Hikayat Abdullah , Hikayat Andaken Penurat, Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Djahidin, Hikayat Hang Tuah , Hikayat Kadirun , Hikayat Kalila dan Damina , Hikayat Masydulhak, Hikayat Pandja Tanderan , Hikayat Putri Djohar Manikam,Hikayat Tjendera Hasan , Tsahibul Hikayat
• Syair Bidasari , Syair Ken Tambuhan, Syair Raja Mambang Jauhari,Syair Raja Siak
• dan berbagai Sejarah, Hikayat, dan Syair lainnya
Sastra “Melayu Lama”
Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 – 1942, yang berkembang dilingkungan masyarakat Sumatera seperti “Langkat, Tapanuli, Padang dan daerah sumatera lainnya”, orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat dan terjemahan novel barat.
Karya Sastra “Melayu Lama” (more…)

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.